PJK3 Kesayangan masyarakat Riau

Riau terkenal dengan kota industri, kebayang ga sih masih banyak peluang kerja.
YAKIN kalian ga mau ikutan juga ⁉️ atau masih berharap dengan selembar ijazah? tanpa punya skill yang lain ? 😔

EITSS‼️ jangan salah. sertifikat ini tidak hanya berguna di Industri saja looh. untuk bekerja di Bank, Sekolah, Universitas dan lainnya juga butuh sertifikat ini.
.
Seperti yang kita tahu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam lingkungan kerja. Mengapa penting? Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka dengan efektif dan efisien bukan?

Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dengan baik dan terdapat banyak bahaya, kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) pun tidak terhindarkan. Pada akhirnya akan menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi bagi pekerja dan orang lain 😟

Maka dari itu, yuk kita mulai perubahan kecil ini dari diri kita sendiri
✅ Panitia full service

JANGAN SAMPAI SALAH PILIH PJK3 ya. pastikan pilih PJK3 yang aman yang jelas historynya ☺️
yuuk langsung saja gabung dengan alumni kita.
📞 @cindystefany 0821-7218-7556
@octoraperdani 0852-7204-3090 ,
🔍 www.deltarekakreasi.com/pendaftaran

Cuma DEREKSI , PJK3 Kesayangan masyarakat Riau ❤️ see you sobat !

Tempat pelatihan k3 umum terbaik di Riau


Sudah banyak alumni kita yang sudah bekerja berkat sertifikat Calon Ahli K3 Umum yang langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Riau terkenal dengan kota industri, kebayang ga sih masih banyak peluang kerja.
YAKIN kalian ga mau ikutan juga ⁉️ atau masih berharap dengan selembar ijazah? tanpa punya skill yang lain ? 😔

EITSS‼️ jangan salah. sertifikat ini tidak hanya berguna di Industri saja looh. untuk bekerja di Bank, Sekolah, Universitas dan lainnya juga butuh sertifikat ini.

Tempat pelatihan k3 umum terbaik di Riau

lalu tunggu apa lagi ? Daftarkan segera diri kalian di PT Delta Reka Kreasi (DEREKSI). karena :
✅ Bukan asal jualan sertifikat! kalian disini benar” dilatih sampai bisa
✅ PJK3 asli Pekanbaru 🥰
✅ Trainer berpengalaman
✅ Fasilitas high
✅ Panitia full service

JANGAN SAMPAI SALAH PILIH PJK3 ya. pastikan pilih PJK3 yang aman yang jelas historynya ☺️
yuuk langsung saja gabung dengan alumni kita.
📞 @cindystefany 0821-7218-7556
@octoraperdani 0852-7204-3090 ,
🔍 www.deltarekakreasi.com/pendaftaran

Cuma DEREKSI , PJK3 Kesayangan masyarakat Riau ❤️ see you sobat !

Perbedaan Sertifikat K3 BNSP dan KEMNAKER

Perbedaan Sertifikat K3 BNSP dan KEMNAKER
Di dalam perundangan dalam sertifikat tidak tercantum istilah Ahli K3 (Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) Kemenaker maupun Ahli K3 BNSP, dan untuk membedakan antara Ahli K3 Kerja yang disertifikasii oleh Kemenaker dan juga Ahli K3 yang disertifikasi oleh BNSP, ada beberapa yang bisa kita temui.

Perbedaan Sertifikat K3 BNSP dan KEMNAKER
Perbedaan Sertifikat K3 BNSP dan KEMNAKER

Untuk Membedakannya, Secara detail mengenai Ahli K3 Umum dan tidak termasuk detail pembahasan mengenai Ahli K3 spesialis (Migas, Konstruksi, Pertambangan, Kimia, Kebakaran, dst),

Ada 8 perbedaan sertifikasi K3 BNSP dan Kemnaker yang perlu diketahui, Yaitu:
1. Kelembagaan yang memberikan sertifikasi
2. Dasar hukum
3. Persyaratan
4. Fungsi dan Posisi
5. Kompetensi
6. Dokumen
7. Masa pelatihan
8. Masa Berlaku dan Perpanjangan Sertifikat.

Sertifikasi profesi BNSP bukan hanya bisa digunakan untuk mencari pekerjaan dalam negeri saja, tapi dapat difungsikan untuk mencari kesempatan berkarier hingga ke tingkat internasional, karena sifatnya sudah nasional.
BNSP sendiri dibentuk dengan fungsi untuk memajukan dan meningkatkan rekognisi daya saing tenaga kerja di berbagai bidang usaha. Sertifikasi profesi BNSP hanya mempunyai dua ketentuan, yaitu Kompeten atau Belum Kompeten.
Usaha untuk mendapatkan sertifikasi profesi pun tidak sesimpel memperoleh sertifikasi seperti pada umumnya, usaha untuk memperoleh sertifikasi BNSP ini peserta akan diuji dengan melewati beberapa proses. Apabila peserta tersebut memperoleh hasil nilai yang cukup dan lulus dari ketentuan, maka akan ditetapkan lulus dan akan diberikan sertifikasi BNSP.

Silahkan Hubungi :
082172187556 (Cindy Stefany)
085272043090 (Admin)

Ikuti kami di Instagram : @deltarekakreasi

Jadwal Pelatihan Ahli Muda K3 Konstruksi (Sertifikasi Kemnaker RI)

Ahli Muda K3 Konstruksi (Sertifikasi Kemnaker RI) Tenaga pengajar yang berkompeten sesuai dengan bidangnya, memudahkan peserta dalam memahami materi yang disampaikan oleh pengajar. Pendidikan Minimal SLTA/SEDERAJAT Online 06-11 Desember 2021

Fasilitas : -Sertifikat -Training Kit -Fasilitas Lainnya
Untuk pendaftaran silahkan ke : https://deltarekakreasi.com/daftar/

Cashback untuk Alumni DEREKSI
Silahkan Hubungi :
082172187556 (Cindy Stefany)
085272043090 (Admin)

Ikuti kami di Instagram : @deltarekakreasi

Sertifikasi K3 Kebakaran Kelas D Pekanbaru 2021

Sertifikasi K3 Kebakaran Kelas D yang di adakan di Pekanbaru Riau pada Tanggal 03-05 Desember 2021.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No: KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja,
Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja.
Termasuk dalam kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.
Unit penanggulangan kebakaran tersebut terdiri dari:

– Petugas Peran Kebakaran
– Regu Penanggulangan Kebakaran
– Koordinator unit Penanggulangan Kebakaran
– Ahli K3 Spesialis penanggulangan Kebakaran sebagai penanggung jawab teknis

 

Dasar Hukum Training Ahli K3 Kebakaran :

Adapun dasar hukum yang melandasi dilaksanakannya Training Ahli K3 Kebakaran adalah:
Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Kepmenaker RI No. 186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
Permenaker RI No. 02/Men/1992 tentang Tata Cara Penunjukkan, Wewenang & Kewajiban Ahli K3.

Tujuan:

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan pelatihan Ahli K3 Kebakaran ini yaitu untuk menyiapkan personil yang memiliki kompetensi sebagai berikut :
– Melaksanakan inspeksi pencegahan kebakaran.
– Memeriksa dan memelihara sarana alat pelindung kebakaran.
– Memadamkan kebakaran tingkat lanjut.
– Menyelamatkan dan memberi pertolongan pada korban.

Fasilitas :
1. Sertifikat (sertifikat dan lisensi petugas K3 kebakaran kelas D Kemnaker RI)
2. Training Kit (hardcopy & softcopy modul, hardcopy & softcopy undang-undang K3, Training Kit : Bag, Notes, Pen
3. Fasilitas Lainnya (Konsumsi : 2x Coffee break + 1x lunch / hari souvenir, keanggotaan ikatan alumni DEREKSI, free konsultasi terkait K3

Cashback untuk Alumni DEREKSI

Silahkan Hubungi :
082172187556 (Cindy Stefany)
085272043090 (Admin)

Ikuti kami di Instagram : @deltarekakreasi

K3 Kebakaran kelas D di Kota Pekanbaru
K3 Kebakaran Kelas D >>> yuuk lamgsung saja kunjungi website PT Delta Reka Kreasi dan daftarkan diri kamu segera yaa 😍 Dont miss it!!!

Pelatihan K3 Kebakaran Kelas D Pekanbaru

Hai Sobat DEREKSI, kabar bahagia kembali buat sobat DEREKSI. kita akan running K3 Kebakaran kelas D di Kota Pekanbaru

K3 Kebakaran Kelas D >>> yuuk lamgsung saja kunjungi website PT Delta Reka Kreasi dan daftarkan diri kamu segera yaa 😍 Dont miss it!!!

Pelatihan Pemadam Kebakaran Kelas D ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah:

  1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan.
  3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

TUJUAN PELATIHAN KEBAKARAN KELAS D

Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya

  1. Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya
  2. Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran.
  3. Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  4. Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran.

Fasilitas :
1. Sertifikat
2. Training Kit
3. Fasilitas Lainnya

#pjk3 #pjk3pekanbaru #pjk3indonesia #pelatihank3 #k3umum #k3indonesia #syaratkerja #syaratmelamarpekerjaan #sertifikasikemnaker #sertifikasik3 #sertifikasik3umum #pelatihanketenagakerjaan #sertifikatk3 #pelatihank3umum #ak3umum #ak3u #pelatihanp3k #keselamatankerja #pelatihank3 #freshgraduate #infokemenaker

Yuk ubah pola fikirmu dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yuk ubah pola fikirmu dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yuk ubah pola fikirmu dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja bersama Delta Reka Kreasi
Dari >>>
-Ini bukan tugas saya mengingatkan K3
-Saya pasti aman-aman saja di lingkungan kerja
-Belajar K3 setelah terjadi kecelakaan kerja
-Hari ini pekerjaan berjalan aman dan selamat

Menjadi>>>
-Saya peduli dan komitmen terhadap K3
-Setiap pekerjaan memiliki risiko bahaya
-Utamakan k3 sebelum terjadi kecelakaan kerja
-Saya selalu mengutamakan penerapan K3
-K3 itu kebutuhan

Seperti yang kita tahu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam lingkungan kerja. Mengapa penting? Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka dengan efektif dan efisien bukan?

Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dengan baik dan terdapat banyak bahaya, kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) pun tidak terhindarkan. Pada akhirnya akan menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi bagi pekerja dan orang lain 😟

Maka dari itu, yuk kita mulai perubahan kecil ini dari diri kita sendiri

#pjk3 #pjk3pekanbaru #pjk3indonesia #pelatihank3 #k3umum #k3indonesia #syaratkerja #syaratmelamarpekerjaan #sertifikasikemnaker #sertifikasik3 #sertifikasik3umum #pelatihanketenagakerjaan #sertifikatk3 #pelatihank3umum #ak3umum #ak3u #pelatihanp3k #keselamatankerja #pelatihank3 #freshgraduate #infokemenaker

CONFINED SPACE, APAKAH PERLU IZIN MASUK?

Confined Space dan Izinnya (Apakah perlu izin masuk?)

Izin masuk confined space (Confined Space Entry Permit) adalah suatu dokumen untuk mengontrol personel yang akan masuk kedalam confined space dengan tujuan kehatian-hatian agar tidak terjadi kecelakaan.Surat izin ini harus ditanda tangani oleh personel yang berwenang. Tapi jangan salah diartikan bahwa dengan adanya surat izin masuk confined space maka kecelakaan tidak akan terjadi, jadi surat izin masuk confined space bukan merupakan jaminan bahwa pekerjaan akan aman (safe), surat izin masuk confined space merupakan bagian dari prosedur keselamatan bekerja di confined space. Biasanya juga diperlukan izin kerja panas atau izin kerja dingin yang menyertai izin masuk confined space.

Secara umum isi dari dokumen izin masuk confined space adalah sbb:

  • location of work
  • description of work
  • names of entrants and standby attendants
  • permit validity period
  • process and electrical isolation information
  • gas test results with gas tester’s name and signature
  • information on the remaining hazards
  • precautions to be undertaken
  • rescue procedures
  • approval by the Issuing Authority
  • acceptance by the Performing Authority
  • confirmation on completion of work
  • entry cancellation and permit withdrawal.

Keuntungan atau kegunaan dari surat izin masuk confined space adalah sbb:

1. Sebelum masuk:

  • Memastikan bahwa otorisasi yang tepat telah diperoleh
  • Memastikan bahwa manajemen mengetahui semua yang masuk ke confined space
  • Untuk mengecek bahwa tempat pekerjaan sudah aman sebelum memulai pekerjaan
  • Mendapatkan informasi tentang potensi bahaya yang didalamnya
  • Memastikan bahwa tidak ada pekerjaan diluar yang dapat mempengaruhi orang yang bekerja didalam confined space

2. Sedang didalam:

  • Memastikan bahwa pekerjan dimulai dan dilakukan dengan aman
  • Mencegah masuknya orang yang tidak berkepentingan

3. Setelah keluar

  • Melarang orang untuk masuk setelah periode waktu yang ditentukan atau diizinkan
  • Sebelum menberikan izin masuk confined space, sebaiknya diajukan pertanyaan berikut terlebih dahulu:

a. Bisakah confined space tersebut dimodifikasi menjadi tidak confined space sehingga tidak perlu izin masuk confined space.

b. Bisakah pekerjaan dilakukan dari luar (tidak perlu masuk) sehingga tidak perlu izin masuk confined space.

Jika jawabanya bisa, maka lakukan risk assessment dan lakukan pekerjaan tanpa perlu masuk dan izin masuk confined space. Namun jika jawabannya tidak, maka lakukan risk assessment confined space dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Apa isi confined space sebelumnya.
  • Residu yang masih tersisa di dalamnya.
  • Konsentrasi oksigen.
  • Dimensi ruang, dan alat-alat yang ada didalamnya
  • Bahan kimia yang akan digunakan didalamnya
  • Sumber nyala
  • Isolasi dan kemungkinan masuknya bahan kimia lainnya
  • Ruang untuk bernapas

Untuk keselamatan bekerja di dalam confined space maka surat izin masuk harus ditanda tangani oleh personel yang berkompeten, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Memindahkan semua bahan berbahaya jika memungkinkan.
  • Pengawasan pekerjaan harus dilakukan oleh personel yang berkompeten.
  • Sistem komunikasi dengan pihak luar.
  • Pengujian udara atau gas.
  • Purging dan ventilasi.
  • Penghilangan residu bahan kimia sebelumnya.
  • Isolasi.
  • Peralatan yang sesuai.
  • Suplai gas/udara (dengan pipa, selang dan selinder)
  • Pintu masuk dan keluar
  • Pencahayaan
  • Pencegahan kebakaran
  • Listrik statis
  • Prosedur emergency
  • Batas / lama waktu kerja

Merokok didalam ruang confined space tidak diperbolehkan, dan ini betul-betul harus diawasi karena banyak pekerja yang tidak mengindahkan hal ini. Jika alternatif yang aman untuk bekerja dalam confined space tidak dapat ditemukan, langkah-langkah berikut harus dilakukan sebelum masuk:

  1. Siapkan surat izin masuk dan instruksi-instruksi yang diperlukan sebelum masuk.
  2. Lakuan purging, flushing dan pemindahan residu-residu bahan kimia yang ada didalamnya.
  3. Isolasi confined space dan hilangkan semua energi-energi yang tersimpan didalamnya (misalnya tekanan, panas, dsb).
  4. Siapkan ventilasi
  5. Lakukan pengujian udara didalamnya dengan gas detector
  6. Lakukan pengecekan bahwa semua bahan berbahaya sudah dikontrol atau diminimalkan.
  7. Pastikan bahwa surat izin masuk telah diisi dengan lengkap dan ditanda tangani oleh personel yang berwenang.

Bagi personel yang akan bekerja didalam confined space, ada beberapa hal yang harus diperhatikan atau dipersiapkan sebelum masuk, yaitu:

  1. Penerangan dengan lampu yang aman dan tegangan rendah
  2. Peralatan listrik yang dilengkapi dengan grounding
  3. Integritas selang oxy-acetylene dan kabel listrik
  4. Peralatan komunikasi
  5. Peralatan dan bantuan keselamatan
  6. Safety sign dan tanda pembatas

Ruang confined space pada umumnya memiliki pencahayaan terbatas sehingga memerlukan penerangan yang cukup selama bekerja. Untuk penerangan tersebut diperlukan sumber cahaya sperti lampu. Namun sumber cahaya atau lampu yang digunakan harus aman, terutama jika ruang confined space mengandung bahan mudah terbakar, karena sedikit saja percikan api dari lampu atau sumber cahaya yang digunakan dapat menimbulkan kebakaran bahkan ledakan. Maka sangat disarankan untuk menggunakan lampu yang explosion proof atau senter yang tidak menggunakan listrik. Pilihan lain adalah menggunakan lightsticks, yang aman digunakan didekat bahan-bahan yang flammable atau mudah terbakar. Bisa juga menggunakan droplight yang vapour-proof, explosion proof dan dilengkapi dengan ground fault circuit interupters (GFCIs).

Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah:

  1. Gagal dalam mengidentifikasi confined space (tidak bisa menentukan mana confined space dan mana bukan confined space).
  2. Gagal dalam mengisolasi vesel
  3. Gagal dalam mengisolasi peralatan internal, seperti mixer.
  4. Gagal dalam memeriksa kelengkapan isolasi
  5. Terpapar bahan explosive, beracun atau asphyxiating
  6. Terpapar bahan berbahaya
  7. Ketidakmampuan untuk keluar dengan cepat dalam keadaan darurat.
  8. Gagal mengurangi risiko dari aktivitas luar confined space

PENERAPAN PROSES MANAJEMEN K3 DI LINGKUNGAN PERKULIAHAN

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal utama yang harus selalu diterapkan oleh siapapun di lingkungan manapun. Kenyataannya kurangnya kepedulian orang terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih terus berlanjut hingga saat ini.

Lingkungan kampus atau tempat perkuliahan juga merupakan titik vital dimana orang yang berada dikawasan tersebut diharapkan bisa melakukan penerapan terhadap manajemen K3.

Tidak menutup kemungkinan bahwa Lingkungan perkuliahan juga memiliki peluang akan terjadinya Accidents. Kecelakaan mungkin bisa terjadi di ruangan Laboratorium dimana mahasiswa biasa melakukan kegiatan praktikum, kecelakaan juga bisa terjadi bagi staff perkuliahan ataupun bagi dosen sekalipun.

Tentunya untuk mencegah segala hal atau segala kemungkinan terjadinya Accidents diperlukan adanya manajemen K3. Dengan adanya manajemen K3 di lingkungan perkuliahan maka ukuran kemungkinan kerugian terhadap  keselamatan umum, harta benda, jiwa dan manusia dan lingkungan yang dapat timbul dari sumber bahaya tertentu yang terjadi pada lingkungan perkuliahan dapat diminimalisir dan dilakukan pengendalian risiko.

Dalam penerapannya harus bisa dikatakan sebagai zero accident tidak boleh ada accident sedikitpun. Manajemen risiko pada hakikatnya dimulai dengan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan mengendalikan risiko. Tiga(3) Aspek tadi merupakan pilar utama dari manajemen risiko K3.

Mengidentifikasi bahaya merupakan kegiatan yang menguraikan suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan dan tingkat keparahan dari akibat suatu risiko bahaya.

Cara sederhana untuk memulai menentukan bahaya dapat dilakukan dengan membagi area kerja berdasarkan kelompok seperti, kegiatan-kegiatan (seperti pekerjaan pengelasan, dan pengolahan data), lokasi (kantor, gudang, lapangan), aturan-aturan(pekerja kantor, atau bagian elektrik), fungsi atau proses produksi (adminitrasi, pembakaran, pembersihan, penerimaan, finishing).

Identifikasi sumber bahaya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya, dan jenis kecelakaan serta penyakit akibat kerja yang mungkin terjadi.

Penilaian tingkat risiko dapat dilakukan dengan cara membandingkannya terhadap tingkat standar risiko yang telah dapat ditoleransi/ditetapkan. Tingkat risiko K3 dikategorikan menjadi tiga yaitu, risiko tinggi(dimana suatu pekerjaan yang pelaksanaannya berisiko sangat membahayakan keselamatan umum), risiko sedang (dimana suatu pekerjaan yang pelaksanaannya dapat berisiko membahayakan keselamatan umum), risiko rendah(dimana suatu pekerjaan yang pelaksanaannya  tidak membahayakan keselamatan umum).

Pengendalian risiko dilakukan dengan cara eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian adminitrasi, dan alat pelindung diri. Komponen ini berperan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif.

Peranan kampus atau institusi perkuliahan menjadi peran penting dalam penerapannya, dimana kebijakan kebijakan dibuat langsung oleh pihak institusi perkuliahan. Contoh yang dapat dipetik seperti  peraturan peraturan tertulis yang harus ada di laboratorium

Proses manajemen risiko sangat perlu diterapkan disetiap tempat kerja, baik itu tempat kerja seperti pabrik , proyek , bahkan lingkungan perkuliahan sekalipun. Agar nantinya kegiatan yang berjalan di lingkungan perkuliahan dapat lebih produktif dan lebih menguntungkan bagi pihak institusi dan juga bagi karyawan dan mahasiswa.

Sumber: Kompasiana.com

TIPE DAN KELAS SAFETY HELMET SESUAI STANDAR ANSI Z89.1-2014 DAN CSA Z94.1

Apakah safety helmet yang Anda gunakan sudah tepat dan sesuai standar? Safety helmet jenis apa yang cocok digunakan untuk area dengan potensi bahaya listrik bertegangan tinggi? Bagaimana cara melihat tipe dan kelas pada safety helmet?

Menurut Occupational Safety & Health Administration (OSHA), safety helmet (biasa juga disebut hard hat) harus digunakan ketika bekerja di area yang terdapat potensi bahaya yang mengakibatkan cedera kepala. Selain itu, safety helmet juga wajib digunakan saat bekerja di area yang mengandung potensi bahaya listrik. Di area kerja tipe ini, pelindung kepala dirancang khusus untuk menangkal bahaya kejutan listrik.

OSHA menambahkan bahwa sebuah safety helmet dianggap layak digunakan pekerja jika memenuhi kriteria minimum yang ditetapkan oleh American National Standard (ANSI) dan International Safety Equipment Association (ISEA), sesuai dengan standar terbaru ANSI/ ISEA Z89.1-2014. Nah, bila penggunaan safety helmet di perusahaan Anda sangat diperlukan, maka pastikan Anda memilih safety helmet yang tepat sesuai standar dan potensi bahaya di lingkungan kerja Anda.

ANSI membagi pelindung kepala ke dalam beberapa tipe dan kelas yang berbeda. Berikut tipe dan kelas safety helmet yang dapat Anda jadikan panduan dalam memilih safety helmet yang tepat sesuai lingkungan kerja:

Tipe 1

Safety helmet dapat digunakan untuk mengurangi dampak bahaya dari arah atas, misalnya jatuhan benda tajam dan/ atau berat dari atas.

Tipe 2

Safety helmet digunakan untuk mengurangi dampak bahaya dari arah atas sekaligus samping, misalnya benturan benda tajam dari arah samping. Safety helmet tipe 2 ini dilengkapi lapisan busa dengan kepadatan tinggi dan suspensi pada bagian dalamnya.

Kelas

Menurut ANSI/ISEA Z89.1-2014 dan standar Kanada CSA Z94.1- 2015, safety helmet digolongkan menjadi beberapa kelas, diantaranya:

Kelas E (Electrical)

Safety helmet kelas E digunakan untuk mengurangi risiko bahaya listrik dengan voltase tinggi bertegangan 20.000 volt. Cocok digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan kelistrikan. Safety helmet ini hanya memberikan perlindungan pada area kepala saja, bukan untuk melindungi tubuh pekerja dari bahaya listrik secara keseluruhan.

Kelas G (General)

Safety helmet kelas G digunakan untuk mengurangi risiko bahaya listrik dengan voltase tinggi bertegangan 2.200 volt. Cocok digunakan untuk semua jenis pekerjaan dan pekerjaan yang berhubungan dengan listrik bertegangan 2.200 volt. Sama halnya seperti kelas E, safety helmet ini hanya memberikan perlindungan pada area kepala saja, bukan untuk melindungi tubuh pekerja dari bahaya listrik secara keseluruhan.

Kelas C (Conductive)

Berbeda dari kelas E dan G, safety helmet kelas C tidak dapat digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya kelistrikan. Safety helmet kelas ini memiliki ventilasi tambahan dan terbuat dari bahan konduktif, seperti aluminium.